Akunika adalah builder undangan digital berbasis Elementor yang dibuat untuk vendor dan reseller. Ia berjalan sebagai plugin di WordPress milikmu, sehingga undangan, pelanggan, dan pembayaran semuanya berada di situs yang kamu kendalikan sendiri.
Artikel ini menjelaskan apa itu Akunika, bagian apa saja yang ada di dalamnya, dan siapa yang paling cocok memakainya.
Apa itu Akunika
Akunika adalah plugin WordPress untuk membangun dan menjual undangan pernikahan digital. Alih-alih menumpang di platform pihak lain, kamu memasangnya di situsmu, menentukan paket dan harga sendiri, lalu pelanggan memesan, membayar, dan mengisi undangannya lewat toko milikmu.
Pasangan pengantin memakai Akunika lewat situsmu, jadi merek yang mereka lihat adalah milikmu, bukan milik penyedia tools.
Dibangun di atas Elementor
Tampilan dan pengaturan undangan dikerjakan di Elementor, editor visual yang sudah akrab bagi banyak pengguna WordPress. Konsekuensinya praktis: kamu tidak perlu mempelajari antarmuka baru yang asing untuk mulai membuat atau menyesuaikan undangan.
Satu hal yang sering ditanyakan: apakah pengguna Akunika perlu Elementor Pro? Untuk template situs yang disediakan Site Builder Akunika, tidak. Akunika tetap membutuhkan Elementor dan WooCommerce terpasang.
Bagian undangan yang tersedia
Undangan terdiri dari bagian yang bisa diaktifkan atau dimatikan sesuai kebutuhan, di antaranya:
- Cover dan sapaan.
- Kutipan pembuka sesuai kategori agama.
- Profil mempelai dalam beberapa tata letak.
- Acara dengan hitung mundur, peta, dan tombol simpan ke kalender.
- Galeri foto dan video.
- Kisah pasangan dalam bentuk linimasa.
- Tautan siaran langsung.
- RSVP dengan data yang tersimpan.
- Amplop digital berupa rekening atau QRIS dengan tombol salin.
- Musik latar, info tambahan, dan penutup.
Daftar fitur yang umum dicari pelanggan dibahas di fitur undangan digital yang wajib ada.
Alamat di domain sendiri
Setiap undangan hidup di alamat berformat domainmu/nama-pasangan. Ketersediaan alamat dicek langsung saat pemesanan, dan alamat yang sama tidak bisa dipesan dua kali pada rentang tanggal yang bertabrakan. Ini membuat merek vendor tetap terlihat di setiap tautan yang dibagikan tamu.
Sistem pemesanan yang terhubung ke toko
Alurnya dirancang agar kamu tidak mengurus setiap langkah satu per satu:
- Kamu mengatur paket, harga, durasi aktif, dan kuota tamu lewat WooCommerce.
- Pelanggan memilih template dan melihat demo di berbagai ukuran layar.
- Pelanggan mengecek alamat undangan, lalu membayar di checkout tokomu.
- Pelanggan mengisi data undangannya sendiri.
- Kamu memantau status pesanan di satu panel.
Tingkatan lisensi
Akunika tersedia dalam tingkatan Standar, Premium, dan Signature. Perbedaannya antara lain pada jumlah layout desktop, pilihan gaya tampilan, dan opsi musik. Ada juga versi gratis untuk mencoba builder sebelum membeli lisensi. Untuk detail terbaru, lihat halaman harga di situs resmi.
Siapa yang cocok memakai Akunika
- Vendor undangan yang ingin berjualan dari situs sendiri.
- Reseller yang ingin menjalankan katalog template dengan merek sendiri.
- Freelancer WordPress yang ingin menambah layanan undangan digital untuk kliennya.
Jika kamu masih menimbang, baca juga 8 hal yang perlu dicek sebelum memilih plugin undangan.
Apa yang membedakan pendekatan Akunika
Dibanding platform terhosting, Akunika menempatkan semuanya di situsmu: undangan, alamat, pelanggan, dan pembayaran. Dibanding membangun dari nol di Elementor, Akunika sudah menyediakan struktur bagian undangan, alur pemesanan, dan pengelolaan RSVP sehingga kamu tidak perlu menyusunnya sendiri untuk setiap pesanan.
Dengan kata lain, Akunika berada di tengah: fleksibel seperti WordPress, tetapi sudah terstruktur untuk kebutuhan undangan. Konsekuensinya, kamu tetap memerlukan hosting, WordPress, Elementor, dan WooCommerce, dan fitur yang terbuka mengikuti tingkatan lisensi.
Contoh skenario pemakaian
- Vendor baru mencoba versi gratis, membuat beberapa undangan contoh, lalu membeli lisensi saat pesanan mulai masuk.
- Studio kecil memakai tingkatan yang lebih tinggi untuk memberi pilihan tampilan lebih banyak kepada pelanggan.
- Freelancer WordPress memasang Akunika di situs klien yang ingin berjualan undangan dengan merek sendiri.
Untuk melihat bagaimana tiap tahap berjalan, baca alur kerja Akunika.
Hal yang perlu disiapkan sebelum memakai
- Hosting WordPress dengan HTTPS aktif.
- Elementor dan WooCommerce terpasang.
- Metode pembayaran yang akan kamu aktifkan di toko.
- Daftar paket, harga, durasi aktif, dan kuota tamu. Panduannya ada di strategi harga undangan digital.
- Beberapa template yang akan dijual.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah ada versi gratis?
Ada. Versi gratis membantumu mencoba builder sebelum memutuskan membeli lisensi.
Siapa yang menentukan harga jual undangan?
Kamu. Harga paket dibuat lewat WooCommerce, termasuk durasi dan kuota tamu.
Apa yang terjadi saat masa aktif undangan habis?
Undangan berpindah status dan halamannya menampilkan tampilan kedaluwarsa. Perilakunya bisa diatur di pengaturan plugin.
Mulai mencoba
Cara paling cepat memahami Akunika adalah membuat satu undangan. Coba versi gratisnya atau lihat paket lisensi untuk membandingkan tingkatan yang tersedia.